Sudah Baca Sepotong Senja untuk Pacarku ?

photo6264666365285738672Sekilas tau pertama kali tahun 2016 lalu, baru tahun 2019 ini memutuskan untuk baca bersyukur ada pengingat sejak gabung di grup #BacaBikinHebat dimulai dari sebulan sebuku ternyata gak gampang juga ya (haha) dimulai dengan sortir buku buku di kardus besaar itu (iyaaa pindahan dari Jakarta) ternyata menemukan dosa yang dilupakan, banyak banget buku yang belum selese baca udah di simpen di kardus. Belum lagi drama kumbara dan alasan alasan pada diri sendiri. Akhirnya selesai juga ya buku ini. Kalau dibilang menulis insight buku, ini bukan insight sepertinya, pas udah slese ketik ketik, berasa ini adalah ajakan untuk membaca karya sastra yang bahkan engga semua orang merasa ter-ajak haha.

Ngomongin sastra, rasanya saya gak banyak tau. Sebenernya gak susah membuat saya takjub pada sebuah karya sastra khususnya novel,  dengan kaya diksi sampai yang bisa bikin saya cari tau atau catat banyak kosakata baru, saya sudah happy. Yeay dapat pengetahuan baru ! Baca buku juga jadi salah satu ajang kabur dari segala sesuatu yang membosankan.

Baca Buku Sepotong Senja untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma ini membuat saya berpikir bahwa ketidaksempurnaan akal melawan imajinasi seorang penulis. Gimana engga, ceritanya tentang seseorang yang jatuh cinta sampai menyimpan potongan senja untuk pacarnya, namanya Alina. Lelaki  itu mengerat Senja bersama dengan angin, debur ombak, matahari terbenam dan cahaya keemasan (hal 4). Mengerat senja itu bukan tanpa masalah, semua orang heboh dan memberitakan senja telah dicuri. Satu satunya alasan kenapa dia mengirimkan sepotong senja adalah karena kata kata, tidak bisa merubah apa apa. Jadi jauh lebih baik mengirim potongan senja, biar keindahannya yang bicara. Dari buku ini jadi sadar bahwa udah banyak orang terlalu banyak bicara, banyak orang bahkan lupa dengan perkataannya sendiri, mereka menyampaikan segala sesuatunya tanpa peduli ada yang mendengarkan atau tidak. (bahkan, banyak kan yang bisa pura pura mendengar, tanpa makna) Di dalam dunia yang sudah kelebihan kata kata tanpa makna.

Kalau denger kata senja – yg tergambar adalah peralihan dari terang ke gelap dan (harusnya) waktunya pulang setelah seharian kerja sambil komat kamit bersyukur kalo hari ini udah berusaha, besok lagi udah gitu aja. Tapi lewat buku ini, wah saya jadi suka senja. Beberapa anggota keluarga saya bilang, presentasi cerita ini tidak gampang di konsumsi, tp sangat layak untuk dibaca. Nikmati senjanya ya !

One thought on “Sudah Baca Sepotong Senja untuk Pacarku ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s